Alumni Harian Prioritas Gelar Reuni Pasca Pembredelan 35 Tahun Lalu
Senin, 05 September 2022 - 11:43:40 WIB
 

TERKAIT:
   
 

JAKARTA, detakriau.com -  Meski suratkabar berwarna pertama di Indonesia, harian Prioritas  hanya terbit sekitar dua tahun lebih, namun benar-benar menyisakan banyak kenangan tak terlupakan bagi para redaktur, wartawan dan para pengelolanya. Ini terbukti saat Reuni Alumni Prioritas yang digelar di Band Cafe, Kemayoran Jakarta, Sabtu (3/9) lalu.

Acara yang diprakarsai oleh mantan Wapenum Prioritas, Panda Nababan dan wartawan Wina Armada yang berperan jadi MC acara dihadiri puluhan redaktur, wartawan, pimpinan dan staf administrasi dan keuangan serta pihak-pihak terlibat lainnya. Reuni ini digelar setelah 35 tahun dibredelnya harian yang didirikan oleh Tokoh Pers, Surya Paloh yang kini jadi CEO Media Group. Surya Paloh berhalangan hadir karena sedang ada kegiatan di luar Jakarta.

Wina Armada yang membuka acara secara santai dan penuh canda menceritakan awal munculnya gagasan menggelar acara reuni. Gagasan itu pun dilaporkan kepada  Panda Nababan yang menyambut baik rencana tersebut. Bahkan tempat acara yang semula akan diadakan di kediamannya kemudian dipindahkan ke Banda Cafe Kemayoran.

"Kita berterimakasih pada Pak Panda yang jadi tuan rumah sepenuhnya acara reuni ini. Bahkan tawaran Don Bosco Selamun untuk mensponsori acara tersebut ditolak oleh Pak Panda," ujar Wina.

Wina juga mengajak semua hadirin untuk mengenang sejumlah “generasi awal” Prioritas yang sudah lebih dahulu dipanggil menghadap Sang Maha Kuasa. Mereka, antara lain, Nasruddin Hars, Derek Menangka, Pontjo Siswanto, Suwachman, Chairiudin Zaman, Munawar  Lubis,  Bonby Wawaruntu, Suherman, Ibu Silaen, Achmad Istiqom, Heru Subroto, Bramono, Arifin (Pipin), Buchori (Ori), dan lain-lain.

Panda Nababan dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagia dan haru atas kehadiran para pengelola dan wartawan Prioritas yang sempat mengantarkan suratkabar ini menjadi salah satu yang terdepan di Indonesia. Banyak suka-duka yang dialami  saat menerbitkan suratkabar yang dikenal sangat mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah pada Orba tersebut.

"Dalam hidup ini sangat diperlukan adanya relasi dengan semua pihak . Dalam relasi ini diperlukan adanya pengorbanan waktu, perasaan dan tenaga sehingga bisa eksis  dalam jangka waktu yang lama," kata Panda yang kini menjadi pengurus parpol PDIP ini.

Panda Nababan sempat mengenang saat-saat Prioritas dibreidel oleh Menpen Harmoko. "Kepahitan yang  getir,  saat periuk nasi kita dijungkir-balikkan, “bayi” Prioritas lagi tumbuh mekar, jadi tumpuan harapan masa depan, tiba-tiba  'dibunuh' (dibreidel) oleh  rezim Suharto dengan kejam. Ternyata Tuhan Maha Baik terhadap kita semua . Kekerabatan di Prioritas  begitu singkat, hampir 2 tahun saja , ternyata terpateri indah dalam kenangan yang indah," kata Panda.

Sebelum acara resmi dimulai, Panda bermurah hati menghadiahkan buku biografi yang langsung ditandatanganinya. Buku biografi yang dikemas luks  berjudul 'Panda Nababan: Lahir sebagai Petarung'  terdiri atas Buku I Menunggang Gelombang dan Buku II Dalam Pusaran Kekuasaan.'

Sementara Elman Saragih mennyampaikan kesan- kesannya atas digelarnya acara reuni itu. "Suasana kebatinan kita semua tidak akan pernah luntur. Sekalipun umur Prioritas seumur jagung namun tetap melekat dalam batin kita masing- masing.Semoga ke depan tidak ada lagi pemerintahan yang semena-mena terhadap pers. Cukuplah kita yang merasakannya," kata Elman yang kini terjun di dunia politik lewat parpol Nasdem.

Djoko Sardjono yang sengaja datang dari Klaten menceritakan masa pengabdiannya sejak awal di Prioritas yang sulit dilupakan. Begitu pula Fakhrunnas MAJabbar yang datang khusus dari Pekanbaru menceritakan awal melamar jadi wartawan di Prioritas dan tanpa melewati tes tertulis diangkat jadi wartawan daerah Riau.

Don Bosco Selamun menceritakan awal kisah bergabung di Prioritas dan selalu mendapatkan bimbingan Panda Nababan.  Begitu pula Sabar Hutapea menyatakan bergabung di Prioritas secara tak sengaja ketika foto jepretannya tentang sidang kasus artis Jamal Mirdad dan Lidya Kandou (keduanya teman dekat) dimuat sebagai foto halaman satu Prioritas edisi awal.

Nasir Tamara juga berkisah saat dirinya cukup lama di Prancis untuk studi doktor dan bekerja di jurnalistik diajak bergabung di Prioritas. Banyak pula suka-duka yang diungkapkan.

Suwidi Tono mengungkapkan ihwal dirinya yang sempat keluar masuk Prioritas dengan alasan-alasan yang beragam. 
Ada pula Safari ANS yang menceritakan pengalamannya melakukan investigasi terkait harta karun di luar negeri.

Kemudian bermunculan pula tokoh-tokoh lain berbagi kisah di forum reuni itu antara lain, Barce, Maria Sumiatun, Ipik Tanoto, Arie F. Batubara, Yashinto Sembiring, Moment Sembiring, Syafril Elain, Iwanul Haq Panggu, Norman Chaniago, Diah Purnomowati, Jumades, Lilik Martin, Hayat, Azmi Algamar, dan masih banyak lagi.

Acara reuni yang ditandai dengan makan-makan diselingi dengan hiburan musik, nyanyian dan lagu 'Kemesraan' serta  foto bersama. (rid)

 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -