Minim Perputaran Uang, Pasaman Harus Fokus Kembangkan Komoditas Unggulan
Kamis, 05 Januari 2023 - 21:52:53 WIB
 

TERKAIT:
   
 

Lubuk Sikaping, detakriau.com - Oleh karena sejumlah faktor, tingkat laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasaman relatif rendah dari tahun ke tahun dibandingkan dengan sejumlah daerah lainnya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Imbasnya bisa dilihat, antara lain daya beli masyarakat di daerah ini juga relatif rendah," ujar H. Muzli M. Nur S.Pd., anggota DPRD Sumbar dari Daerah Pemilihan Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Lubuk Sikaping --ibukota Kabupaten Pasaman-- pada Kamis (5/1/2023).

Dari sejumlah kawasan di Pasaman, menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, perputaran uang yang tergolong tinggi hanya di Lubuk Sikaping, ibukota kabupaten. "itu pun karena kontribusi ASN (aparatur sipil negara), TNI dan Polri yang memang banyak ditugaskan di situ," imbuh politisi yang sudah tiga periode duduk di DPRD Sumbar itu.

Kontribusi ASN, TNI dan Polri dalam mendukung tingkat daya beli masyarakat, khususnya di Lubuk Sikaping, menurut Muzli, tidak berlaku sepenuhnya. "Sekitar 50 persen dari pendapatan ASN, TNI dan Polri itu dialokasikan untuk biaya pendidikan anak-anaknya," ungkap Muzli. 

"Berarti uang itu mengalir ke luar Pasaman."

Selebihnya, diuraikan Muzli, sekitar 25 persen lainnya untuk mendukung kegiatan rekreasi, yang artinya juga mengalir ke luar Pasaman. " Tersisa sekitar 25 persen lagi penghasilan ASN, TNI/Polri yang beredar di Pasaman," ulas politisi yang pernah duduk selama dua periode di DPRD Pasaman itu.

Pada bagian lain, dijelaskan Muzli, hampir tidak ada kegiatan perekonomian masyarakat yang terbilang menonjol di Pasaman, yang memungkinkan memberi kontribusi besar untuk menggenjot laju pertumbuhan ekonomi, yang berimbas terhadap meningkatnya daya beli masyarakat.

"Di sini kan tidak ada perusahaan yang beroperasi, antara lain disebabkan kondisi daerah yang mungkin tidak menarik bagi investor untuk menanamkan modal," tambahnya. 

Ia membandingkan dengan kabupaten tetangga, Pasaman Barat, di mana di sana beroperasi sekitar 17 perusahaan yang mengelola berbagai bidang usaha.

Apa solusi dari kondisi yang ada? 

"Saatnya Pasaman fokus memajukan sektor pertanian dengan sejumlah sub-sektornya, antara lain dengan cara mengubah pola berusaha masyarakat tani dari yang tradisional menjadi serba mekanis," sarannya. 

"Tentu yang diharapkan untuk menggerakkan adalah Pemda melalui instansi terkait," katanya.

Muzli sendiri mengaku sudah sejak lama fokus melakukan kegiatan ke arah itu. Dikatakan, sejak diberi amanah duduk di DPRD Sumbar ia terus mengupayakan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk petani di Pasaman dan Pasaman Barat. 

Termasuk melalui Pokir anggota DPRD.

Muzli juga menyarankan untuk dilakukan perwilayahan komoditi, dan menetapkan sejumlah komoditi yang kelak diharapkan menjadi unggulan Pasaman. "Mana kawasan yang dinilai layak untuk tanaman pangan, digenjot habis-habisan," bebernya.

Sesuai topografi wilayah dan iklim, Muzli menyarankan tanaman manggis dan durian dijadikan sebagai komoditas unggulan Pasaman. "Saya sejak duduk di DPRD Sumbar juga hampir tiap tahun membagikan secara gratis bibit manggis dan durian kepada masyarakat," katanya. "Ditambah dengan sejumlah bibit tanaman lainnya," tutup Muzli. (*)

 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -